Syaiful M Maghsri :: Motivator Spiritual | Konsultan Cara Kaya | Cara Sukses| Mengatasi Masalah

Home SyaifulMaghsri.com Agar Disenangi Orang Dalam Bergaul Menurut Hadits yang Perlu Anda Ketahui

Agar Disenangi Orang

Kehidupan manusia sebagai mahluk sosial ini senantiasa berhubungan dengan banyak orang. Interaksi dengan banyak orang inilah yang kemudian disebu dengan pergaulan. Namun, fenomena yang saat ini terjadi banyak orang yang melakukan pergaulan dengan tidak memperhatikan norma agama ataupun etika kesopanan. Justru pergaulan mereka didasarkan karena ingin mendapatkan keuntungan. Hasilnya, banyak orang terjerat dalam dosa akibat kesalahan pergaulan yang telah mereka lakukan. Suami atau istri selingkuh, anak terkena kasus narkoba, perceraian dimana mana, korupsi, dan sebagainya. Agar disenangi orang dalam bergaul sebaiknya tidak hanya melihat setatus sosial atau kepentingan saja, karena ada cara bergaul yang baik yang dijelaskan dalam hadits.

Agama Islam merupakan agama yang memperhatikan setiap adab dan perbuatan hamba-Nya, salah satunya mengatur bagaimana cara bergaul dengan menerapkan etika agama. Hal ini terlihat dari beberapa hadits yang mengarahkan pola pergaulan sesuai nilai-nilai syariat Islam. Dan, pola pergaulan secara Islami ini tentu akan membuat pergaulan menjadi lebih sehat. Lalu, seperti apa sajakah cara agar disenangi orang dalam bergaul menurut hadits?

Sebagaimana dilansir dari www.kapsulbioenergi.com, Berikut ini beberapa cara agar disenangi orang  dalam bergaul menurut hadits yang penting untuk Anda terapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperhatikan pola bergaul di bawah ini maka diharapkan akan membuat hidup Anda akan menjadi lebih tenang dan bahagia serta menjadikan pergaulan sebagai interaksi sosial yang positif. Yang tidak sekedar menjadi jaringan pertemanan dan persaudaraan semata namun juga memberi kemaslahatan bagi banyak orang dalam lingkungan pergaulan Anda.

1. Cara agar disenangi orang dengan Saling mencintai sesama

Agar Disenangi Orang

Pergaulan atas dasar saling mencintai ini merupakan pondasi pergaulan yang paling kuat. Karena dengan rasa saling mencintai ada keasadaran untuk saling hormat menghormati dan kesedaran memberi dan menerima. Hal ini juga sesuai dengan hadists berikut ini:

  • “Tidak sempurna iman seseorang, sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari)
  • “Perumpamaan dua orang bersaudara adalah seperti kedua belah tangan, yang satu membasuh yang lain. (HR. Abu Naim)

Hadis diatas sangat jelas mengajarkan kita adab dalam pergaulan yaitu saling mencintai sesama dan bahwa setiap manusia adalah bagian dari manusia yang lain. Seandainya akatan itu tidak ada karena perbedaan agama, budaya, latar belakang kehidupan lain yang berbeda, masih ada satu alasan yaitu cinta dan kasih sayang sesama manusia (pergaulan atas dasar kemanusiaan).

2. Saling menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan kepada Allah

Saling menolong dalam kebaikan bisa kita lakukan tanpa batasan agama namun karena melihat siapa yang memerintahkan kita untuk menolong sesama. Sebagaimana termaktub dalam hadits berikut:

  • “Jadilah kamu orang-orang yang mensyafaati orang lain terhadap dirimu, agar kamu mendapat pahala. (HR. Abu Dawud)

Adab pergaulan sebagaimana tertulis dalam hadits diatas mengisyaratkan bahwa kita manusia dalam berinteraksi dengan orang lain harus menjunjung kasih sayang dan saling tolong menolong. Dan pesan yang lebih kuat dari hadits diatas adalah bahwa orang yang lebih kuat seharusnya menjadi pelindung bagi saudaranya yang lemah dan ada ikatan untuk saling melindungi satu sama lain.

3. Agar disenangi orang dalam bergaul, tidak mencari-cari kesalahan atau keburukan sesama

Menjaga sehatnya sebuah pergaulan apalagi apabila pergaulan itu membentuk sebuah komunitas tertentu rasanya sulit untuk tidak ada pergunjingan. Padahal itu seharusnya hal yang sangat perlu dihindari. Sebuah pergaulan apalagi dalam sebuah komunitas layaknya setiap orang mendapat manfaat dari komunitas atau majelis gaul tersebut. Namun tidak sedikit yang justru mencari-cari kesalahan orang lain, saling menjatuhkan, pamer karena hatinya dipenuhi iri dengki atau persaingan tidak sehat. Untuk itu hindarilah teman bergaul yang suka mencari-cari kesalahan orang lain atau keburukan orang lain. Bila perlu bentengi diri juga agar tidak terlalu mencolok dalam pergaulan sehingga menjadi objek perbincangan apalagi bahan bullian. Kita seharusnya bergaul secara wajar dan saling menyadari bahwa manusia satu adalah bagian dari manusia lain yang memiliki perasaan yang sama, Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

  • “Hai orang-orang yang beriman dengan lidahnya, dan belum masuk iman itu dalam hatinya, jangan kamu mengumpat orang lain, dan jangan kamu mencari-cari aib orang lain, karena orang suka mencari-cari aib saudaranya sesama muslim itu, maka Allah akan mencari-cari aibnya. Dan orang yang aibnya ditampakkan oleh Allah, maka akan diketahui oleh umum, sekalipun ia bersembunyi di dalam rumah.” (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim).

Hadits diatas menegaskan kepada kita bahwa dalam pergaulan kita sebaiknya menjaga hati dan pikiran. Bergaul sebaiknya didasari dengan ketulusan. Jangan sampai kita mengolok-olok atau menyebar aib atau bahkan mencari kesalahan saudara kita sendiri. Pergaulan yang sehat didasari saling kasih mengasihi dan bukan mengoreksi orang lain dan mempersalahkan orang lain untuk kepentingan kita sendiri.

4. Berbicara dengan baik, lembut dan tersenyum.

Agar Disenangi Orang

Berbicara dengan lembut dan sopan akan menimbulkan perasaan senang kepada yang mendengarnya. Dan bahkan orang yang mendengar pun akan menjadi lebih hormat kepadanya. Kelembutan juga mengalirkan energi kasih sayang yang akan memberikan kebahagiaan kepada siapapun yang melakukan dan mendapatkannya. Apalagi apabila kumunikasi dalam pergaulan itu disertai dengan senyum, dimana senyum kita untuk saudara kita itu merupakan sedekah.  Kita juga dianjurkan untuk menampakkan raut wajah yang menyenangkan dalam pergaulan. Sebagaimana pesan dari hadis berikut:

  • “Sesungguhnya Allah menyukai kepada orang yang suka memberi kemudahan (kepada orang lain) dan selalu jernih mukanya”. (HR. Baihaqi).

Pesan dari hadits diatas bahwa kita sebaiknya dalam bergaul memanpakkan wajah cerah berseri, tersenyum dan menyenangkan. Karena senyum dan keceriaan yang kita tampakkan akan mengalirkan energi positif dan menebar aura positif pada orang-orang di sekitar kita.

5. Mengucap salam

Mengucapkan salam kepada orang yang kita temui atau bahkan dalam sebuah majelis adalah salah sau adab yang harus kita junjung tinggi.  Karena ucapan salam kepada sesama juga merupakan doa kebaikan bagi mereka yang mendengarkannya. Sebagaimana dalam hadits berikut:

  • “Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, kamu tidak akan masuk surga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak (dianggap) beriman sehingga kamu saling cinta-mencintai. Maukah kamu kutunjukkan sesuatu yang apabila kamu mengerjakan dengan sungguh-sungguh, maka kamu akan berkasih-kasihan? Maka mereka menjawab: mau, ya Rasulullah. Sabda beliau : ucapkan salam di antara sesama kamu”. (HR. Muslim).

Hadits diatas memberikan pesan kepada kita untuk senantiasa mengucapkan salam kepada sesama kita. Dan dalam pergaulan, salam yang merupakan doa juga akan menguatkan ikatan tali persaudaraan dan mengalirkan energi kasih sayang.

6. Menjaga sikap dan aurat kepada lawan jenis

Dalam bergaul menjaga sikap juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Menjaga sikap juga memberikan makna bahwa kita juga harus pandai memposisikan diri kepada siapa dan dengan siapa kita berbicara. Apalagi apabila Anda terlibat dalam komunitas pergaulan dimana didalamnya ada laki-laki dan perempuan, maka ada adap untuk menutup aurat . Terutama bagi wanita, karena hal ini bisa menimbulkan hal yang tidak baik atau dampak buruknya bisa menimbulkan fitnah. Perihal pergaulan diantara laki-lagi dan perempuan disinggung dalamn hadits berikut ini dengan sangat jelas:

  • “Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi)
  • “Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, (HR. Ahmad)
  • “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak disengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut, etika pergaulan terutama antara lelaki dan perempuan telah diatur sangat jelas. Artinya ada batasan-batasan mengenai pergaulan laki-laki dan perempuan. Dan semua itu dimaksudkan semata-mata untuk saling menjaga diri dan kehormatan serta menjaga norma-norma yang berlaku. dan batasan-batasan itu bisa menjadi cara agar disenangi orang dalam pergaulan tanpa mengundang kontraversi dan persepsi negatif.

*******

Demikian beberapa cara agar disenangi orang dalam bergaul menurut hadits yang bisa Anda praktekkan. Dan beberapa cara diatas bisa menjadi dasar etika dalam pergaulan di jaman ini. Semua itu bisa menjadi cara agar kita terhindar dari dampak pergaulan tidak sehat. Dimana interaksi dengan banyak orang dengan berbeda-beda latar belakang pastinya akan memberi banyak warna dalam kehidupan kita. Terlebih apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain dan sebaliknya. Karena isi hati dan pikiran orang berbeda-beda.

Hal ini pula yang kadang menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan seperti fitnah, iri dengki, persaingan, bullying, dan sebagainya. Dan yang lebih penting dari itu bahwa kita harus senantiasa menjaga pergaulan dengan baik. Agar disenangi orang dalam pergaulan, berbuat baik, menghormati, mengasihi dan menolong dengan tulus saja tidak cukup. Anda juga harus memiliki proteksi diri sehingga Anda bisa eksis dalam pergaulan dimanapun berada. Mengenai hal yang satu ini Anda bisa berkonsultasiu dengan Ahlinya dan bisa pula berkonsultasi dengan guru spiritual yang tepat. Anda juga harus memiliki kualitas energi yang bagus agar bisa eksis dalam pergaulan dan terhindar dari energi negatif efek dari pergaulan yang tidak baik.

Untuk itu Anda bisa meningkatkan kualitas energi Anda sehingga Anda bisa menetralisir energi negatif dampak dari interaksi dengan banyak orang. Bahkan peningkatan energi tersebut mampu memberikan anda energi positif yang tidak hanya bermanfaat agar disenangi orang dalam pergaulan namun bisa mendukung aktifitas harian Anda, pekerjaan Anda, bisnis Anda atau usaha Anda. Yaitu dengan Kapsul Bioenergi. Kapsul Bioenergi mengandung energi bioelektromagnetik yang seketika diminum mampu merangsang biomolekuler tubuh dan meningkatkan frekuansi energi Anda. Dimana peningkatan frekuensi energi akan meningkatkan kualitas hidup Anda. Menjadi lebih bijak dan eksis dalam pergaulan, dihormati, disegani karena pancaran aura positif Anda, juga meningkatkan daya tarik alamiah Anda. Sehingga akan membuka berbagai peluang dan meningkatkan potensi kesuksesan dalam hidup Anda.

 

Bagikan:

Artikel Terbaru

Konsultasi Masalah Penyakit

Apakah saat ini Anda sedang menderita suatu penyakit? Seperti: Diabetes Melitus, Hipertensi, Stroke, Hepatitis, Gagal Ginjal, Jantung Koroner, Maag Kronis, Asam...